Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen http://sttsriwijaya.ac.id/e-journal/index.php/mitra_sriwijaya <p>Mitra Sriwijaya merupakan jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen yang menjadi wadah publikasi penelitian STT Sriwijaya. Adapun tema-tema yang menjadi scope jurnal ini yakni: kebangsaan, ekologi dan kontekstualisasi. Mitra Sriwijaya menerima penelitian akan tema-tema tersebut yang ditinjau dari bidang:</p> <p>1. Biblika</p> <p>2. Teologi Sistematika</p> <p>3. Sejarah Gereja</p> <p>4. Pastoral</p> <p>5. Pendidikan Agama Kristen</p> <p>6. Etika Kristen</p> <p>7. Misiologi</p> <p>dll.</p> <p>Mitra Sriwijaya terbit dua kali dalam setahun yakni pada bulan Juli dan Desember</p> en-US sttsriwijaya@yahoo.com (Pdt. Dr. Agus Kriswanto, M.Th) noelsurbakti1993@gmail.com (Noel Ghota Prima Bayu Surbakti, M.Th) Sat, 31 Dec 2022 10:32:44 +0000 OJS 3.2.0.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Trajektori Eskatologis Tentang Neraka Dalam Kepercayaan Timur Tengah Kuno Di Teologi Kristen http://sttsriwijaya.ac.id/e-journal/index.php/mitra_sriwijaya/article/view/58 <p><strong><em>Abstract</em></strong><strong><em>: </em></strong><em>Hell is a place that is very much feared by mankind because this place is understood as a place of punishment with an eternal sea of ​​fire for sinful humans. The term hell in some beliefs becomes a form of understanding that is not only a philosophical term but refers to a place of eternal torment that is scary. The understanding of hell from ancient Middle Eastern cultural beliefs strongly influenced Christian theology. How the beliefs of ancient Middle Eastern cultures understand what hell is, where is hell, how and why humans can go to hell. Departing from the cultural context of the ancient Middle East, the meaning and meaning of this hell became absorbed in the teachings of Christian theology. This understanding of hell in ancient Middle Eastern culture gives its own color in Christian theological understanding of punishment. In research using the trajectory method in biblical historical studies which examines the influence of hell from Ancient Middle Eastern culture which has a cross in understanding Christian theological teachings about eternal punishment for humans.</em></p> <p><em> </em></p> <p><strong>Abstrak</strong><strong>:</strong> Neraka yang merupakan tempat yang sangat ditakutkan oleh umat manusia sebab tempat ini dimengerti sebagai tempat penghukuman dengan lautan api kekal bagi manusia yang berdosa. Istilah neraka dalam beberapa kepercayaan menjadi suatu bentuk pemahaman yang tidak hanya sekedar istilah filosofi tetapi merujuk kepada suatu tempat penyiksaan yang kekal yang menyeramkan. Pemahaman neraka dari pelbagai kepercayaan budaya Timur Tengah kuno sangat kuat mempengaruhi teologi Kristen. Bagaimana kepercayaan dari budaya Timur Tengah kuno memahami apa itu neraka, dimana itu neraka, bagaimana dan kenapa manusia dapat masuk ke dalam neraka. Berangkat dari konteks budaya Timur Tengah kuno maka pemaknaan dan arti dari neraka ini menjadi diserap dalam ajaran teologi Kristen. Pemahaman neraka dalam budaya Timur Tengah Kuno ini memberikan warna tersendiri dalam pemahaman teologi Kristen tentang penghukuman. Dalam penelitian menggunakan metode trajektori dalam studi historis biblika dimana mengkaji pengaruh neraka dari budaya Timur Tengah Kuno yang memiliki persinggungan dalam memahami ajaran teologi Kristen tentang penghukuman kekal terhadap manusia.</p> Yusak Tanasyah, Bobby Kurnia Putrawan, Robby Robert Repi Copyright (c) 2022 Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen http://sttsriwijaya.ac.id/e-journal/index.php/mitra_sriwijaya/article/view/58 Sat, 31 Dec 2022 00:00:00 +0000 Peranan Sekolah Tinggi Teologi Dalam Memperlengkapi Hamba Tuhan Pada Era Digital http://sttsriwijaya.ac.id/e-journal/index.php/mitra_sriwijaya/article/view/59 <p><strong><em>Abstract:</em></strong><em> The article entitled the role of the Theological College in equipping God's servants in the digital era is focused on how the role of the Theological College is to prepare God's servants who are ready to serve in this Digital Age. Colleges of Theology must be able to develop themselves well to answer challenges in the digital era. The digital era cannot be underestimated by anyone in the world. Everything continues to grow and progress, humans must adapt so that they can survive. Schools, churches, companies, it can even be said that all aspects of life cannot be separated from digital developments. This study uses descriptive qualitative research methods. Descriptive provides an overview of what it is by analyzing, and providing an understanding of the data in the form of a journal. College of Theology must be able to prepare God's servants who are ready to be used, including in terms of mastering digital technology. The digital era makes it easier for humans to receive and send information, both positive and negative. This article discusses the roles of the Theological College in equipping God's servants in the digital era. The Theological College's role is to provide true teaching based on the Bible, research that contributes to the development of service and practice of life through community service must be encouraged. This is very important in order to contribute information to Theological Colleges throughout Indonesia to prepare quality servants of God in the digital era.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak:</strong> Artikel yang berjudul peran Sekolah Tinggi Teologi dalam memperlengkapi hamba Tuhan pada era digital difokuskan kepada bagaimana peran Sekolah Tinggi Teologi untuk mempersiapkan hamba-hamba Tuhan yang siap melayani di Era Digital ini. Sekolah Tinggi Teologi harus dapat mengembangkan diri dengan baik untuk menjawab tantangan di era digital. Era digital tidak dapat dipandang sebelah mata oleh siapapun yang ada di belahan bumi. Semua terus berkembang dan maju, manusia harus menyesuaikan diri sehingga mampu bertahan. Sekolah, gereja, perusahaan, bahkan dapat dikatakan semua aspek kehidupan ini tidak dapat terlepas dari perkembangan digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Deskriptif memberikan gambaran apa adanya dengan menganalisa, dan memberikan pengertian dari data-data berupa jurnal. Sekolah Tinggi Teologi harus dapat mempersiapkan hamba-hamba Tuhan yang siap dipakai termasuk dalam hal menguasai teknologi digital. Era digital mempermudah manusia untuk menerima dan mengirimkan informasi baik yang bersifat positif atau negatif. Artikel ini membahas apa saja peran Sekolah Tinggi Teologi dalam memperlengkapi hamba Tuhan di era digital. Sekolah Tinggi Teologi berperan untuk memberikan pengajaran yang benar berdasarkan Alkitab, penelitian yang bersumbangsih bagi pengembangan pelayanan serta praktik hidup melalui pengabdian kepada masyarakat harus digiatkan. Hal ini sangat penting agar memberikan sumbangsi informasi bagi Sekolah Tinggi Teologi di seluruh Indonesia untuk mempersiapkan hamba Tuhan yang berkualitas pada era digital.</p> <p> </p> Yulianus Bani, Sujsan Selvi Moningka, Natan, Maradona Elisa Mawu, Roy Damanik Copyright (c) 2022 Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen http://sttsriwijaya.ac.id/e-journal/index.php/mitra_sriwijaya/article/view/59 Sat, 31 Dec 2022 00:00:00 +0000 Protagonis Yang Tak Disebutkan Namanya: Infertilitas Perempuan Dan Patriarki Dalam Hakim-Hakim 13:1-25 http://sttsriwijaya.ac.id/e-journal/index.php/mitra_sriwijaya/article/view/63 <p><strong><em>Abstract: </em></strong><em>The sensational story of Samson's birth grabs the reader's attention which made the role of the nameless mother not stand out. This situation becomes urgent for the author to reveal the hidden polemics and elevate the existence of women in the patriarchal cultural ideology implied in this text. This theological thinking is structured through a socio-rhetorical approach to identify the rhetorical techniques that exist in Judges 13:1-25 and analyze from a feminist perspective. The results of this analysis represent the writer of Judges uses irony and paradox in compiling this story to show a polemical feature and create the narration of Judges 13:1-25 as a counter-cultural rhetoric illustration used to replace the dominant ideology with an alternative ideology. This text contributes to the horizon of the reader’s theological thinking to acknowledge and appreciate the existence of marginalized society, especially women infertility who frequently experience discrimination.</em></p> <p><strong>Abstrak: </strong>Kisah sensasional kelahiran Simson menyita fokus pembaca sehingga tidak menonjolkan peran ibunya yang namanya tidak diketahui. Situasi ini menjadi urgensi bagi penulis untuk mengungkap polemik tersembunyi dan mengangkat eksistensi perempuan dalam ideologi budaya patriarki yang tersirat dalam teks ini. Pemikiran teologis ini disusun melalui pendekatan sosio-retoris untuk mengidentifikasi teknik retorika yang terdapat dalam Hakim-Hakim 13:1-25 dan menganalisisnya dengan perspektif feminis. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan ironi dan paradoks penulis dalam menyusun kisah ini memperlihatkan sifat polemik dan menjadikan narasi Hakim-Hakim 13:1-25 sebagai ilustrasi retorika kontra budaya yang digunakan untuk menggantikan ideologi dominan dengan ideologi alternatif. Tulisan ini memberikan kontribusi bagi pemikiran teologis pembaca agar mengakui dan menghargai keberadaan kaum marjinal, khususnya perempuan mandul yang sering mengalami diskriminasi<em>.</em></p> Danella Koni Madeline Rewah Copyright (c) 2022 Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen http://sttsriwijaya.ac.id/e-journal/index.php/mitra_sriwijaya/article/view/63 Sat, 31 Dec 2022 00:00:00 +0000 Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Sosial Guru PAK Dan Kompetensi Kepribadian Guru PAK Kontribusinya Terhadap Perilaku Siswa http://sttsriwijaya.ac.id/e-journal/index.php/mitra_sriwijaya/article/view/64 <p><strong><em>Abstract:</em></strong><em> This research was conducted using quantitative methods, namely by collecting data, analyzing data and testing hypotheses. There are 3 things that are the purpose of this research, namely: first to find out the contribution of the social competence of PAK teachers to student behavior, second to determine the magnitude of the contribution of the PAK teacher’s personality competence to student behavior, and third to find out the joint contribution between the social competence of PAK teachers and the personal competence of PAK teachers on the behavior of SMA Dharma Wanita PEMPROVSU High School students Class XI in 2017. From the results of this study showed a significant contribution between the social competence of PAK teachers (X1), to student behavior (Y) with the personal competence variable of PAK teachers (X2) being controlled, amounting to ry1. 2 = 0.539 with a t-test of 5.788, the price of ttable (5.788&gt; 1.67) is obtained. There is a significant contribution between the personal competence of PAK teachers (X2) on student behavior (Y) with the social competence variable of PAK teachers (X1) being controlled, at ry2. 1 = 0.539 with a t-test of 5.788 and the price for ttable = 1.67 (5.788 &gt; 1.67) is obtained. There is a significant contribution between the social competence of PAK teachers (X1) and the personal competence of PAK teachers (X2) together to students’ behavior (Y) of fh = 41.352 and the price for ftable = 4.02 (41.352&gt; 4.02) , as big as (Y). R2y1.2 = 35.046%. The level of student behavior tendencies (Y) is in the fairly good category with 28 students (49.13%), the category is not good with 32 students (53.43%), for the tendency of social competence of PAK teachers (X1) the number of students 20 people (33.34%), the category is not good with the number of students 40 (66.66%) and the level of personality competency tendency of PAK teachers (X2) the category is not good with the number of students 39 people (65%) ).</em></p> <p><strong>Abstrak</strong>: Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif yaitu dengan pengumpulan data, analisis data serta pengujian hipotesis. Ada tiga tujuan penelitian: pertama untuk mengetahui besarnya kontribusi kompetensi sosial guru PAK terhadap perilaku siswa, kedua untuk mengetahui besarnya kontribusi kompetensi kepribadian guru PAK terhadap perilaku siswa dan untuk mengetahui kontribusi secara bersama-sama antara kompetensi sosial guru PAK dan ketiga kompetensi kepribadian guru PAK terhadap perilaku siswa SMA Dharma Wanita PEMPROVSU Kelas XI Tahun 2017. Dari hasil penelitian ini menunjukan kontribusi yang signifikan antara kompetensi sosial guru PAK (X1), terhadap perilaku siswa (Y) dengan variabel kompetensi kepribadian guru PAK (X2) dikontrol, sebesar = 0,539 dengan uji-t 5,788 diperoleh harga (5,788&gt;1,67). Terdapat kontribusi yang signifikan antara kompetensi kepribadian guru PAK (X2) terhadap perilaku siswa (Y) dengan variabel kompetensi sosial guru PAK (X1) dikontrol, sebesar = 0,539 dengan uji<em>-t</em> 5,788 dan diperoleh harga = 1,67 (5,788 &gt; 1,67). Terdapat kontribusi yang berarti antara kompetensi sosial guru PAK (X1) dan kompetensi kepribadian guru PAK (X2) secara bersama-sama terhadap perilaku siswa (Y) sebesar = 41,352 dan diperoleh harga = 4,02 (41,352&gt; 4,02 ), sebesar (Y). R<sup>2</sup>y1.2 = 35,046%. Tingkat kecenderungan perilaku siswa (Y) berada pada kategori cukup baik dengan jumlah siswa 28 orang (49,13%), kategori kurang baik dengan jumlah siswa 32 orang (53,43%), untuk kecenderungan kompetensi sosial guru PAK (X1) jumlah siswa 20 orang (33,34%), kategori kurang baik dengan jumlah siswa 40 (66,66%) dan tingkat kecenderungan kompetensi kepribadian guru PAK (X2) kategori kurang baik dengan jumlah siswa 39 orang (65%).</p> Mayuni Lammaniur Copyright (c) 2022 Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen http://sttsriwijaya.ac.id/e-journal/index.php/mitra_sriwijaya/article/view/64 Sat, 31 Dec 2022 00:00:00 +0000 Makna Kata Hari (Yom) Dalam Ayub 3:1-10 http://sttsriwijaya.ac.id/e-journal/index.php/mitra_sriwijaya/article/view/67 <p><strong><em>Abstract: </em></strong><em>This paper discusses the understanding and meaning of the day (yom) according to Job 3:1-10. The purpose of this research is to enrich the approach and interpretation of the interpretation of the Book of Job and open a new understanding which in the future is expected to have an impact on spiritual needs Christians are facing challenges in life that are increasingly difficult or complex, namely to see a new nuance of the relational relationship between humans and God. To achieve this, the main issues discussed in this paper are: how and to what extent does Job 3: 1-10 interpret the word "day"? The writing of this paper belongs to the scientific family of biblical theology and uses a grammatical-historical exegesis approach, while the data collection process is carried out through library research. The result of this study is that the meaning of the word yom contained in Job chapter 3 is interpreted from a pessimistic point of view which is an attempt by the wisdom teacher as an example of faith seeks understanding in exchanges between wise traditions and human experience.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak:</strong> Karya tulis ini membahas mengenai pemahaman dan makna hari (yom) menurut Ayub 3:1-10.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memperkaya pendekatan dan penafsiran tafsir akan Kitab Ayub dan membuka suatu pemahaman yang baru yang dikemudian hari diharapkan berdampak kepada kebutuhan rohani umat kristen dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin sulit atau kompleks yakni untuk melihat sebuah nuansa baru akan hubungan relasional antara manusia dan Tuhan. Untuk mencapai hal ini, maka pokok permasalahan yang dibahas dalam karya tulis ini adalah: bagaimana dan sejauh manakah Ayub 3: 1-10 memaknai kata “hari” tersebut ?. Penulisan karya tulis ini termasuk dalam rumpun keilmuan teologi biblika dan mengunakan pendekatan eksegesis gramatikal-historis, sedangkan untuk proses pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini ialah makna dari kata yom yang terdapat dalam Ayub pasal 3 dimaknai dari sudut pandang pesimis yang merupakan sebuah usaha sang guru hikmat sebagai sebuah contoh iman yang mencari pemahaman dalam pertukaran antara tradisi yang bijaksana dan pengalaman manusia.</p> Bastanta Pradhana Bangun Copyright (c) 2022 Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen http://sttsriwijaya.ac.id/e-journal/index.php/mitra_sriwijaya/article/view/67 Sat, 31 Dec 2022 00:00:00 +0000